Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah gelar Focus Group Discussion Revisi Visi dan Misi

Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (FK Unbrah) menggelar focus group discussion (FGD) eksternal guna membahas revisi visi dan misi fakultas, sebagai bagian dari langkah transformasi kelembagaan di bidang pendidikan kedokteran pada Sabtu 18 April 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Universitas Baiturrahmah Padang..

Sebelumnya, FK Unbrah telah melaksanakan rangkaian FGD internal yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, serta seluruh civitas akademika di lingkungan Universitas Baiturrahmah. Kegiatan internal tersebut menjadi landasan awal dalam merumuskan berbagai isu strategis yang kemudian diperdalam melalui FGD eksternal.

FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, meliputi perwakilan Pemerintah Daerah (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota), LLDikti Wilayah, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan AIPKI, serta MUI wilayah dan LKAAM. Selain itu, turut hadir perwakilan rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik layanan kesehatan, institusi layanan sosial, pimpinan Universitas Baiturrahmah, unsur Fakultas Kedokteran, alumni, serta Tim Perumus Visi dan Misi.

Pelibatan pihak eksternal dinilai penting untuk memastikan arah kebijakan fakultas selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor kesehatan.

Dalam sambutan Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S menyampaikan bahwa revisi visi dan misi merupakan bagian penting dari transformasi institusi yang harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. “Perguruan tinggi dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FK Universitas Baiturrahmah, dr. Yuri Haiga, Sp.N., AIFO-K, menyampaikan bahwa perubahan ini tidak sekadar administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan. “Perubahan ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global,” katanya.

Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai masukan strategis, antara lain penguatan kompetensi berbasis teknologi kesehatan, peningkatan keterampilan komunikasi dan profesionalisme, serta integrasi nilai-nilai lokal dalam kerangka global. Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan.

FGD berlangsung dinamis dengan diskusi yang menekankan perlunya transformasi berkelanjutan, baik dalam aspek kurikulum, tata kelola akademik, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Hasil dari forum ini selanjutnya akan dirumuskan sebagai bahan penyempurnaan dokumen visi dan misi FK Universitas Baiturrahmah. Pihak fakultas menargetkan rumusan baru tersebut dapat menjadi pijakan dalam memperkuat daya saing institusi serta meningkatkan kontribusi terhadap layanan kesehatan di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK Universitas Baiturrahmah dalam merespons perubahan lingkungan strategis, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus bertransformasi menuju pendidikan kedokteran yang berkualitas dan relevan.

Translate »
WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux