“Kompetensi Dipastikan, Bukan Diasumsikan”: MEU Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Perkuat Mikro Kurikulum Pendidikan Klinik

Padang – Medical Education Unit (MEU) Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Workshop Kurikulum 2026 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dengan tema “Penguatan Penyusunan Mikro Kurikulum Tahap Profesi Berbasis Outcome-Based Education (OBE)” pada 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah untuk memperkuat kualitas pendidikan tahap profesi melalui penyusunan mikro kurikulum yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Workshop ini juga menjadi ruang untuk menyatukan persepsi antara pengelola pendidikan profesi dan para pendidik klinis di berbagai wahana pendidikan.

Workshop menghadirkan Ketua Medical Education Unit (MEU) Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah, dr. Resti Rahmadika Akbar, M.Pd.Ked., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan penyusunan mikro kurikulum tahap profesi dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

Pendekatan OBE menempatkan capaian lulusan sebagai dasar dalam merancang proses pendidikan. Oleh karena itu, mikro kurikulum pada tahap profesi perlu memastikan adanya keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, pengalaman pembelajaran klinik, target kompetensi, dan asesmen.

Dalam workshop, peserta membahas kembali CPL Program Studi Pendidikan Profesi Dokter yang mencakup profesionalisme, etika dan akhlakul karimah, kemampuan reflektif dan kolaboratif, komunikasi klinis, integrasi ilmu kedokteran klinis, evidence-based practice, keterampilan klinis dan keselamatan pasien, clinical reasoning dan tata laksana, pelayanan kesehatan primer dan komunitas, serta transformasi kesehatan lanjut usia.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan bahan kajian pada setiap stase sekaligus penetapan target kompetensi. Setiap stase diharapkan memiliki target yang jelas terkait keterampilan klinis serta kasus atau penyakit yang harus dikuasai mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi. Target tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam merancang pengalaman belajar dan asesmen mahasiswa di lahan klinik.

Workshop ini secara khusus melibatkan dosen dan pendidik klinis dari berbagai wahana pendidikan yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Peserta berasal dari RSUD Mohammad Natsir, RS Ahmad Mochtar, RS Siti Rahmah, RS M. Zein Painan, RS Padang Panjang, RSJ Prof. HB. Sa’anin, RSUD Sijunjung, Dinas Kesehatan Kota Solok, serta Dinas Kesehatan Kota Padang.

Keterlibatan para pendidik klinis dan institusi pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam pengembangan mikro kurikulum tahap profesi. Masukan dari para pendidik yang berhadapan langsung dengan mahasiswa di wahana klinik diharapkan dapat membantu memastikan bahwa target kompetensi yang ditetapkan benar-benar dapat diterapkan dan dicapai dalam konteks pelayanan kesehatan.

Dengan demikian, penyusunan mikro kurikulum tidak hanya menjadi tanggung jawab internal program studi, tetapi juga merupakan proses kolaboratif antara institusi pendidikan, pendidik klinis, dan wahana pendidikan.

Selain membahas target kompetensi, workshop juga memberikan penguatan mengenai supervisi dan feedback dalam pendidikan klinik. Peserta diperkenalkan dengan beberapa pendekatan pemberian feedback, termasuk Pendleton’s Rules, New Feedback Sandwich, dan Feedback-Seeking Behaviour.

Workshop juga mengangkat konsep Programmatic Assessment, yang memandang hasil berbagai asesmen seperti Mini-CEX, DOPS, CBD, MSF, logbook, dan refleksi sebagai data point yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa asesmen dalam pendidikan klinik bukan semata-mata untuk memberikan nilai, tetapi juga menjadi sumber informasi bagi mahasiswa dan pembimbing untuk mengetahui perkembangan kompetensi serta menentukan langkah perbaikan selanjutnya.

Melalui workshop ini, MEU Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah berharap terbangun kesamaan persepsi dan standar dalam pelaksanaan pendidikan klinik di berbagai wahana pendidikan. Mikro kurikulum diharapkan mampu menjadi panduan yang jelas bagi mahasiswa, dosen, dan pendidik klinis mengenai apa yang harus dipelajari, kompetensi yang harus dicapai, bagaimana mahasiswa dibimbing, serta bagaimana pencapaian kompetensi tersebut dibuktikan melalui asesmen.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FK Universitas Baiturrahmah untuk membangun pendidikan profesi dokter yang semakin terarah, terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan utama workshop: “Kompetensi Dipastikan, Bukan Diasumsikan” dan “Menyelaraskan Pembelajaran, Asesmen, dan Kompetensi.”

Berikut Dokumentasi Kegiatan

Translate »
WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux