Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Gelar Pelatihan Fasilitator Modul Praktik Ibadah: Penyelenggaraan Jenazah

Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Modul Praktik Ibadah: Penyelenggaraan Jenazah sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung pembelajaran praktik ibadah bagi mahasiswa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruangan Teater Universitas Baiturrahmah ini dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Pelatihan menghadirkan Ibu Elliza, A.Ag., M.Sos. sebagai narasumber, yang juga merupakan dosen pada salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat.

Pembelajaran praktik ibadah merupakan salah satu bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa kedokteran. Tidak hanya berkaitan dengan aspek keterampilan, pembelajaran ini juga diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang memiliki profesionalisme, spiritualitas, kepedulian, serta kemampuan memberikan pelayanan kesehatan secara holistik.

Dalam konteks pendidikan kedokteran, pemahaman mengenai penyelenggaraan jenazah menjadi bagian yang memiliki nilai penting. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap nilai agama, budaya, dan kebutuhan spiritual pasien maupun keluarga.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah, dr. Yuri Haiga, Sp.N., AIFO-K, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan fasilitator ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa.

Mahasiswa kedokteran tidak cukup hanya memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis. Mereka juga harus memiliki karakter, nilai spiritual, empati dan kemampuan memberikan pelayanan kepada pasien secara utuh, ujar dr. Yuri Haiga.

Menurutnya, pemahaman terhadap praktik ibadah, termasuk penyelenggaraan jenazah, menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan profesinya kelak. Seorang dokter akan berhadapan dengan berbagai kondisi pasien, termasuk situasi ketika pasien meninggal dunia. Dalam kondisi tersebut, tenaga medis perlu mampu menunjukkan sikap profesional sekaligus menghormati nilai-nilai agama dan budaya yang dianut pasien maupun keluarganya.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap para fasilitator memiliki pemahaman yang sama dan mampu mentransfer pengetahuan serta keterampilan tersebut kepada mahasiswa dengan metode pembelajaran yang baik, benar dan aplikatif,” lanjutnya. Dekan juga mengapresiasi narasumber, panitia, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini diketuai oleh dr. Lieka Nugrahi Jaslindo, M.Biomed. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan praktik secara langsung.

Materi yang disampaikan oleh narasumber mencakup pemahaman mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan agama, tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan, serta hal-hal teknis yang harus dipahami oleh fasilitator ketika memberikan pembelajaran kepada mahasiswa.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh dosen dan tenaga kependidikan, terutama terkait penerapan praktik penyelenggaraan jenazah dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung menggunakan manekin. Peserta dapat melihat sekaligus mempraktikkan tahapan penyelenggaraan jenazah secara lebih konkret. Metode praktik langsung ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada para calon fasilitator sehingga nantinya mampu membimbing mahasiswa dengan metode yang sistematis, tepat dan mudah dipahami.

Pelatihan ini juga menjadi momentum bagi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah untuk menyamakan persepsi di antara para fasilitator dalam pelaksanaan Modul Praktik Ibadah, khususnya materi penyelenggaraan jenazah. Melalui kegiatan tersebut, FK Universitas Baiturrahmah berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi kedokteran, profesionalisme, nilai-nilai spiritual, serta pelayanan kesehatan yang humanis dan holistik.

Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi dokter yang kompeten secara keilmuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki integritas, empati, nilai spiritual, serta kepedulian terhadap pasien, keluarga, dan masyarakat.

Dokumentasi Kegiatan

Translate »
WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux