Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dan Fakultas Kedokteran UISU Inisiasi Kolaborasi Implementasi RPL Tipe A

Medan – Berawal dari silaturahmi dan pertemuan antarpimpinan, Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (FK Unbrah) dan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) mulai menginisiasi pembahasan terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A bagi mahasiswa pendidikan profesi bidang kesehatan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman, gagasan, dan perspektif mengenai implementasi kebijakan RPL Tipe A yang baru diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 106/B/KPT/2026 tentang Petunjuk Teknis Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Program Pembinaan bagi Mahasiswa Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang Telah Menyelesaikan Seluruh Proses Pembelajaran pada Pendidikan Vokasi dan Program Profesi. Kebijakan tersebut ditetapkan pada September 2026.

Dalam pertemuan ini, FK Unbrah dan FK UISU mulai mendiskusikan berbagai aspek yang perlu dipersiapkan untuk merespons kebijakan tersebut, mulai dari mekanisme rekognisi capaian pembelajaran, asesmen kompetensi, identifikasi kesenjangan kompetensi, hingga kemungkinan bentuk program pembinaan dan penguatan kompetensi mahasiswa.

Sesuai petunjuk teknis, RPL Tipe A ditujukan bagi mahasiswa program vokasi dan profesi bidang kesehatan yang telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran, tetapi telah habis masa studi dan belum lulus uji kompetensi. Rekognisi dilakukan berdasarkan hasil asesmen individual dan mengacu pada standar kompetensi lulusan program studi. Mahasiswa tidak diarahkan untuk mengulang seluruh proses pembelajaran, tetapi mendapatkan penguatan pada kompetensi tertentu yang masih perlu ditingkatkan.

Asesmen menjadi bagian penting dalam implementasi RPL. Perguruan tinggi perlu membentuk tim asesmen atau panel pakar untuk menilai portofolio mahasiswa, mengidentifikasi capaian pembelajaran dan kompetensi yang belum dikuasai, serta menentukan kesenjangan kompetensi yang perlu diperkuat. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan modul maupun program pembinaan yang perlu ditempuh mahasiswa.

Pembinaan dan penguatan kompetensi juga dirancang secara spesifik berdasarkan hasil asesmen. Bentuknya dapat berupa penguatan atau pendalaman materi, remedial, tutorial, pembimbingan, pembelajaran berbasis kasus, latihan soal, simulasi atau try out uji kompetensi, hingga penguatan keterampilan praktik. Prinsipnya bukan mengulang seluruh mata kuliah atau rotasi klinik, melainkan memperkuat kompetensi tertentu yang masih menjadi kesenjangan berdasarkan hasil asesmen.

Bagi FK Unbrah dan FK UISU, kebijakan ini membuka ruang untuk saling belajar dan membangun komunikasi antarinstitusi pendidikan kedokteran, terutama dalam mempersiapkan sistem asesmen, pemetaan capaian pembelajaran, penyusunan program penguatan kompetensi, serta mekanisme pendampingan mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.

Inisiasi ini juga sejalan dengan mekanisme yang digambarkan dalam kebijakan nasional, di mana perguruan tinggi memiliki peran dalam menyelenggarakan RPL Tipe A, membentuk tim asesmen atau panel pakar, melakukan asesmen individual, menetapkan rekognisi dan beban studi, menyelenggarakan pembinaan, mengukur peningkatan kompetensi, serta memberikan bimbingan persiapan uji kompetensi ulang.

Pertemuan antara FK Unbrah dan FK UISU diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kolaborasi lebih lanjut dalam merespons kebijakan RPL Tipe A. Pembahasan ke depan dapat diarahkan pada pemahaman bersama terhadap regulasi, kesiapan kelembagaan, mekanisme asesmen, pemetaan kompetensi, serta desain program pembinaan yang tetap menjamin mutu pendidikan dan kompetensi lulusan.

Pada akhirnya, pertemuan ini menunjukkan bahwa silaturahmi antarfakultas kedokteran dapat menjadi ruang tumbuhnya gagasan baru. Dari berbagi pengalaman, muncul inisiatif untuk bersama-sama memahami kebijakan, menyiapkan institusi, dan mengeksplorasi bentuk kolaborasi yang dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang bermutu.

FK Unbrah dan FK UISU bersilaturahmi, berbagi gagasan, dan mulai melangkah bersama dalam menyiapkan implementasi RPL Tipe A.

Berikut Dokumentasi Kegiatan

Translate »
WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux